Baccarat Chinese_Live Casino Baccarat_Online betting company

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Football taruhan,Situs taruhan olahraga online,Taruhan baccarat

BuSorong (IndonSorong (Indonesia) Casinoesia) CasinokaSorong (Indonesia) Casinon hanya itu, Sorong (Indonesia) Casinoranti selalu merasa ada yang mengamatinya, terutama ketika di kamar kos. Hampir setiap malam, ia juga kerap terbangun dari tidurnya. Saat terjaga tiba-tiba, ia seperti melihat sosok hitam di bawah meja belajarnya. Namun, akal sehat Ranti selalu menyangkal bahwa bayangan hitam itua dalah makhluk astral. Itu hanyalah ilusinya atau malah cuma mimpi.

Kembali mengingat keganjilan akhir-akhir ini, Intan baru ingat bahwa ia sering merasa sedih tanpa alasan. Kendati demikian, Ranti nggak mau menyebutnya sebagai gangguan makhluk halus. Bukankah memang wajar merasa sedih, meski tanpa penyebab? Pusing yang sering dirasakannya pun dianggap biasa walaupun ia nggak punya riwayat sakit kepala sebelumnya.

Menjelang tengah malam, udara makin dingin. Laju tim Ranti pun makin lambat. Seorang teman, sebut saja Alan, bahkan sempat terpisah jauh di belakang. Di saat-saat tenaga mulai menipis, keempatnya harus menjaga konsentrasi dan tetap fokus. Ranti yang awalnya cukup yakin mendaki sampai pos terakhir pun mulai ragu. Pikiran untuk balik badan dan turun gunung beberapa kali muncul. “Bodo amat dengan puncak gunung,” pikir Ranti.

*Kamis Mistis akan rutin menyapa kamu seminggu sekali. Kamu akan ditemani ulasan-ulasan menarik yang membuat bulu kuduk berdiri. Pernahkah mendengar orang yang ‘ketempelan’? Itu lo, istilah untuk mereka yang diikuti oleh jin atau setan. Terdengar nggak masuk akal memang, tapi ketempelan makhluk astral pernah dialami oleh beberapa orang, salah satunya Ranti (25 tahun).

Suasana hati dan keanehan terus berlanjut sejak pertemuannya dengan Intan, Ranti memutuskan untuk berpindah kos. Kali ini, ia tidak menempati kamar kos sendirian karena menurutnya akan lebih aman jika ia tidak berlama-lama sendiri. Perlahan, gangguan-gangguan yang dialaminya hilang. Punggungnya tidak terasa berat dan suasana hatinya pun tidak naik-turun secara ekstrem. Pun, perubahan suhu kamar yang nggak wajar tidak pernah terjadi lagi.

Sepulang dari klinik kesehatan, pikiran Ranti dipenuhi banyak pertanyaan. Dugaan-dugaan nggak logis mulai ‘mampir’ juga ke kepalanya. Namun, Ranti mengusir pikiran itu segera. “Ah, nggak mungkin,” batinnya.

Intan menjelaskan, kejadian yang dialami Ranti mungkin bisa dijelaskan secara rasional. Namun, bisa jadi apa yang dirasakan Ranti karena ‘ketempelan’ penunggu makhluk halus. Seperti kata Intan, sosok penunggu gunung menyukai salah satu dari tim Ranti dan kemungkinan besar Ranti adalah orangnya. Semua perasaan negatif yang berimbas pada kondisi fisik Ranti diduga gara-gara pertentangan energi antar ia dan si penunggu.

“Mungkin kamu ketempelan, Ran,” ujar Intan.

Selama perjalanan, Ranti dan teman-temannya melewati jalur pendakian seperti tim lainnya. Tetapi, di tengah pendakian, mereka baru sadar kalau melewati trek yang lebih terjal dan sulit. Makanya, mereka merasa lebih lelah. Padahal, seharusnya pendakian ini tak terlalu menguras tenaga karena gunung yang terletak di pinggir kota Batu masih cukup ‘ramah’ untuk para pemula.

“Ah, masa sih? Jangan aneh-aneh kamu!” timpal Ranti.

Awalnya pendakian biasa saja, tapi…. | Credit: Pxfuel

Akan tetapi, usai memeriksakan diri ke dokter beberapa waktu lalu, Ranti sulit untuk membuang dugaan mistis dalam kepalanya. Ketika diingat-ingat lagi, ia juga sering merasakan suhu kamarnya berubah drastis. Tinggal di kota yang dekat dengan pegunungan, sehari-hari ia terbiasa dengan udara dingin. Di siang hari, udara yang berhembus tetap dingin dan segar. Anehnya… saat udara sedang dingin-dinginnya, mendadak hawa di kamarnya berubah menjadi panas dan bikin gerah. Padahal, udara di dalam kos dan di kamar-kamar lainnya tetap dingin.

“Kenapa sih ngelihat ke belakang terus?” tanya Ranti.”

Sama-sama merasakan kepenatan akhirnya mendorong Ranti dan empat kawannya mendaki gunung. Menepi sebentar dari rutinitas perkuliahan dan tuntutan tugas akhir adalah cara terbaik agar tetap waras. Meskipun keempatnya berbeda universitas, mereka cukup sering menghabiskan waktu bersama.  Tak butuh waktu lama, tiga hari setelah sepakat mendaki gunung, mereka berangkat. Perjalanan menuju pos pendakian dimulai pada sore hari.

Setelah itu, Ranti tak mau ambil pusing. Ia melanjutkan pendakian sampai di pos terakhir. Ketika turun gunung sore harinya, perjalanan Ranti dan teman-temannya bisa dikatakan mulus. Bahkan, mereka tak jarang bersenandung riang mengikuti alunan lagu yang diputar. Pemandangan alam dari ketinggian dan musik nan syahdu membuat perjalanan pulang itu terasa lebih ringan.

Bukan jawaban pasti, Intan malah menggeleng. Respons yang membuat Ranti sedikit jengkel. Diam-diam Ranti sudah punya dugaan sendiri. Ia pikir Alan yang berjalan paling akhir adalah orangnya. Apalagi, selama mendaki Alan merasakan tubuhnya berat, padahal ia tidak membawa tas ransel sama sekali. Ia hanya membawa tas selempang kecil. Kemungkinan Alan adalah orang yang diikuti oleh makhluk penunggu gunung itu.

“Serius. Dia ngikutin kita dari awal ndaki.”

Namun, pendakian ini sudah kepalang tanggung karena sudah separuh jalan. Ranti akhrirnya memutuskan untuk tetap lanjut sampai puncak. Nah, saat itulah Ranti baru menyadari satu keanehan. Temannya yang bernama Intan (nama samaran) sering melihat ke belakang, tepatnya ke arah Alan yang berada paling bontot.

Tanda-tanda ketempelan makhluk astral, benar nggak ya? | Illustration by Hipwee

“Selain ngerasa berat, ngerasa gimana lagi Ran?” tanya Intan sewaktu Ranti menceritakan keanehan yang dialaminya.

“Memangnya dia suka sama siapa?” tanya Ranti yang mulai penasaran.

Makhluk gaib mengikuti rombongan Ranti | Photo by Darkmoon_Art from Pixabay

Harap beli akses artikel ini atau berlangganan   untuk melanjutkan

Sesampainya di pos pertama pendakian, mereka membersihkan diri dan memulihkan energi lagi sebelum pulang. Saat itu, Intan yang duduk di samping Ranti menyinggung kejanggalan selama pendakian.

Punggung terasa berat sudah dikeluhkan Ranti selama seminggu lebih. Rasanya bukan seperti pegal-pegal, tapi seakan batu besar berada di atas punggungnya. Sesuai saran seorang teman kos, Ranti memeriksakan diri ke dokter. Tapi, hari itu Ranti malah mendapatkan jawaban yang aneh. Dari hasil pemeriksaan, dokter mengatakan tidak ada masalah dengan kesehatannya.

“Udah,, nggak apa-apa,” tukas Intan.

Walaupun Ranti sudah pernah dengar bahwa Intan cukup peka dengan hal-hal mistis dan gaib, ia masih meragukannya.

Sesampainya di kos, Ranti mulai merasakan hal aneh. Selama seminggu, punggungnya terasa berat sekali. Ia yakin, rasa berat itu bukan efek dari kelelaha akibat mendaki gunung. Pasalnya, rasa lelah itu sudah hilang sejak dua hari usai pendakian. Makin aneh, rasa berat di punggungnya sudah terjadi hampir seminggu lebih.

“Kayaknya penunggu gunung ada yang ‘suka’ dengan salah satu orang di antara kita,” kata Intan.