Baccarat Dragon_Bodog Sports Platform_Baccarat Live Entertainment_U.S. legal online casinos

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Football taruhan,Situs taruhan olahraga online,Taruhan baccarat

| CredEuropean online bettingit by bennyEuropeEuropean onEuropean online bettingline bettingan online bettingmarty on depositphoto

Melansir dari laman resmi WHO menyaranEuropean online bettingkan bahwa waktu berjemur yang baik adalah saat suhu di bawah 25 derajat Celcius. Sementara waktu tepatnya, tentu bisa berbeda-beda di setiap wilayah dan berdasarkan cuaca. Suhu tersebut dinilai dapat membantu tubuh untuk mengaktifkan vitamin D dalam tubuh dengan risiko bahaya sinar UV yang ringan.

Meski begitu, berjemur nggak hanya penting bagi penderita covid-19 saja, semua orang butuh vitamin D dari sinar matahari. Namun, perlu diingat bahwa berjemur nggak boleh sembarangan. Sebab, hal ini menjadi perdebatan mengingat sinar ultraviolet (UV) juga cukup berbahaya untuk kulit. Maka dari itu, perlu dipahami waktu berjemur yang baik, terutama untuk covid. Yuk, simak ulasan Hipwee berikut tentang waktu berjemur yang baik untuk covid menurut para ahli!

Mengingat pentingnya UVB untuk proses meningkatkan kekebalan tubuh dan juga bahayanya untuk kulit, sangat dianjurkan untuk menggunakan pelembap kulit yang bisa melindungi dari bahaya sinar UV. Walaupun berjemur saat indeks UV yang rendah, hal ini tetap dianjurkan, sebab ketahanan kulit terhadap sinar UV tiap orang berbeda-beda. Selain itu, gunakan juga sun glasses, pelindung kepala misalnya topi untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung pada mata dan kepala yang sering menyebabkan pening bagi sebagian orang.

Nah, itulah beberapa waktu berjemur yang baik untuk penderita covid. Mengingat pentingnya vitamin D alami untuk tubuh bagi semua orang, waktu berjemur seperti ini juga bisa diterapkan bagi kamu sehat, lo. Pilih waktu yang tepat sesuai kondisi lingkungan dan tubuh kamu ya. Selamat mencoba!

Berjemur dengan tujuan untuk mengaktifkan vitamin D dengan bantuan sinar UVB memang sangat efektif. Namun, mengingat bahayanya pula, berjemur di waktu-waktu yang tinggi UVB  hanya disarankan selama 5-10 menit saja. Bahkan intesitasnya hanya 2-3 kali seminggu, karena vitamin D dari sinar matahari bisa bertahan cukup lama dalam darah.

| Credit by Billiondigital on depositphoto

Namun, paparan UVB yang tinggi juga sangat berbahaya untuk kulit. Bahkan bisa menyebabkan epidermis atau lapisan kulit luar mengalami luka bakar, hingga bisa menyebabkan kanker kulit.

Sementara itu, jika memilih berjemur saat indeks UV rendah atau sekitar 0-2, maka UVB yang diterima tubuh pun sedikit, sehingga memerlukan waktu berjemur yang lebih lama yakni sekitar 30 hingga 60 menit. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan UVB pada tubuh yang akan membantu mengaktifkan vitamin D secara alami.

Indeksi UV yang rendah risiko yakni berkisar antara 0-2, risiko sedang 3-5, risiko tinggi 6-7, berbahaya 8-10 dan sangat berbahaya >11. Supaya bisa mengetahui indeks UV terkini setiap hari, kamu bisa memantaunya melalui aplikasi BMKG atau Instagram @infobmkg. Selain mengetahui indeks UV berdasarkan waktu dan wilayah, kamu juga bisa mempertimbangkan kapan akan berjemur dan berapa lama waktunya.

| Credit by Photo_story on depositphoto

lama berjemur| Credit by Di_media

Produksi vitamin D dalam tubuh secara alami dapat terjadi ketika sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet B (UVB) mengenai kulit tubuh. Melansir dari Detik Health, jika ingin mendapat manfaat sinar matahari untuk mengaktifkan vitamin D, maka waktu terbaik untuk berjemur mulai jam 10 pagi hingga jam 3 sore. Di waktu tersebut, matahari memiliki kandungan UVB yang tinggi sehingga efektif untuk membantu produksi vitamin D yang alami dalam tubuh.

Selain memperhatikan suhu, sebelum berjemur lebih baik perhatikan juga indeks UV atau pengukuran sinar UV secara real time. Indeks UV biasanya dipantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Semakin rendah indeks UV, maka sinar UVB semakin sedikit. Menurut BMKG, waktu berjemur yang baik atau minim risiko bukan berpatokan pada jam tapi pada indeks UV yang dipengaruhi oleh cuaca, iklim dan wilayah. Sehingga setiap hari bisa saja berubah, baik meningkat maupun menurun.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh merupakan hal yang sangat penting di masa pandemi seperti saat ini. Selain mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga, ternyata berjemur di bawah sinar matahari juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh, lo. Berjemur dapat mengaktifkan vitamin D dalam tubuh yang bermanfaat untuk pertumbuhan sel tulang, meringankan peradangan, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Nggak heran, jika penderita covid-19 disarankan untuk berjemur tiap pagi untuk meningkatkan vitamin D.

Sebelumnya, banyak yang mengklaim bahwa sinar matahari bisa membunuh virus corona, tapi hal ini belum bisa dibuktikan. Sebab, sinar matahari hanya bisa mengaktifkan vitamin D yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan meringankan peradangan. Selain itu, WHO juga menegaskan bahwa berjemur di atas suhu 25 derajat Celcius nggak bisa membunuh virus. Hal tersebut justru berbahaya bagi kulit karena terkena paparan sinar UV secara langsung.