U.S. legal online casinos_Live Dealer Casino_Best online casinos in Indonesia 2021_The foreign baccarat master's play style_Crown Betting Network

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Football taruhan,Situs taruhan olahraga online,Taruhan baccarat

TeRoulette ChRoulette Chartartmanmu: “Ta, kapan nikah? undanRoulette Chartg-undang ya.”

Kamu jomblo dan ditanya “kapan nikah?” rasanya tuh kayak dicubit pas banget di perut, yang sakitnya agak-agak menggelitik. Kesel sih, tapi nggak lucu juga kalau kamu marah cuma karena pertanyaan itu. Akhirnya dengan berbesar hati kamu cuma bisa jawab,

Kamu sendiri pun ingin menikah dengan senatural mungkin. Menikah karena memang panggilan hati dan waktu yang sudah tepat. Jadi, sekali lagi kamu memohon, please jangan terus tanya kapan nikah ya…

Kamu: Senyum sumringah, menoleh ke cowok kamu, “Sayang, aku kapan kamu lamar?”

Awalnya ditanya “Kapan nikah?” sih cuma bikin kamu senyum aja. Sampai lama-lama kamu pun mulai bosan, malas juga miris dan rasanya kamu ingin ngegas menjawabnya. Eits, sabar biar kamu tetap santai sama pertanyaan-pertanyaan itu, coba deh jawaban yang Hipwee sediakan ini.

Kalau emang jodohnya udah ada dan pasti, siapa juga yang nggak mau cepat nikah? Cuma karena emang sekarang jodoh aja belom tahu di mana keberadaannya, jadi jawaban paling bijak saat kamu ditanya “kapan nikah” adalah,

Nikah itu nggak murah, bahkan untuk mondar-mandir ke KUA aja butuh biaya. Makanya, kalau cuma sekedar ngeles aja, kamu bisa bengat jawab, “Masih ngumpulin modal, nih… Kan nggak mungkin tamunya cuma aku kasih kerupuk, nasi, garem sama air putih aja, emang kamu mau?”

Kalem ya…

“Iya, doain aja ya. Biar cepat nyusul.” Dalam hati, amin ya Allah, amin… *ngarep abis*

Teman: *kapok nanya*

Karena hujan bisa membuat pesta pernikahanmu sepi tamu. Makanya banyak orang yang berusaha semaksimal mungkin mengendalikan cuaca, supaya nggak tiba-tiba hujan. Pantes aja pawang hujan bisa tiba-tiba laris manis pas musim kawinan. Pantes juga kalau Bang Raditya Dika punya jawaban jitu saat ditanya kapan nikah.

Jodoh itu ada di tangan Tuhan, tapi pertanyaan “Nikahnya kapan?” itu ada di tangan semua orang. Mau itu orangtua, kakak, adek, om, tante, teman, atau bahkan kenalan… :'(

“Iya nikahnya kapan-kapan aja deh. Tapi, pastinya kalau nggak hari Sabtu ya Minggu. Emang kamu mau dateng kalau nikahnya malam jumat?” hehehe…

“Jodoh aku masih disimpan sama Tuhan. Jadi, please jangan tanya lagi kapan nikah ya.”

Dimana-mana acara nikahan itu ya emang kalau nggak Sabtu ya Minggu. Jadi nggak salah lah, kamu jawab pertanyaan nikah dengan,

Ucapan adalah doa

Temanmu: “Dit, umur udah cukup. Karir sebagai penulis juga udah melejit. Terus, nikahnya kapan?

“Iya, aku lagi nunggu ada nikah masal. Biar dana nikahnya gratissssss…” *Sambil senyum polos*

Bahkan, sebenarnya jodohmu sendiri sedang dicicil sama Tuhan. Nanti ketika lunas, baru deh dipertemukan sama kamu. Hehehe

Udah nggak kehitung pertanyaan “kapan nikah” keluar masuk kuping dan menusuk-nusuk kalbu. Sebenarnya kamu sendiri juga bosan sebosan-bosannya. Nah, daripada bete sendiri mending dibawa santai sama jawaban macam ini,

Kalau teman kamu pikirannya nggak sampai sama jawabanmu yang tingkat dewa itu, palingan dia cuma akan melongo atau bilang, “hubungan nikah sama hujan apa Dit?”

Ibu: “Dhan, kapan kalian nikah?”

“Emangnya, kalau aku nikah. Kamu mau kasih kado apa?”

Menikah itu hal yang paling sakral untukmu. Menikah juga bukan tentang siapa cepat dia yang dapat. Kalau orang bilang, dengan menikah kebahagian hidupmu bisa lebih lengkap. Kamu nggak perlu menelan itu mentah-mentah, karena toh kebahagian bisa didapatkan darimana saja. Bahkan kamu yang masih sendiri pun pasti tetap merasakan kebahagian. Kan kebahagian itu kamu yang menciptakan.

Kamu: “Ih, yakin banget bakal diundang sih kamu?”

Mereka sebenarnya tahu, sampai detik ini kamu masih belum menemukan pasangan yang cocok. Tapi, ya mungkin juga mereka sebenarnya ingin medorong kamu untuk berusaha lebih maksimal menjemput jodoh yang disiapkan Tuhan. Hiks… sabar ya…

Biar gak makan hati doang pas ditanya “Kapan nikah?”, baiknya kamu kasih jawaban yang sama telaknya. Ya, nggak terlalu serius juga, yang penting bisa sama-sama nyentil kekepoannya itu. Bilang aja,

Saat kamu mencapai usia layak nikah, pertanyaan tentang masa depanmu bukan cuma jadi ranah hati dan pikiran kamu. Tapi, juga jadi kepentingan orang-orang terdekatmu. Buat mereka, kamu yang udah lulus kuliah, kerja pun sudah lumayan mapan, “Apa coba yang ditunggu?” Belum lagi, orangtua mana yang nggak pengen cepat menggendong cucu.

“Kalo cuma nyumbang 50.000 sih gak usah tanya-tanya gue kapan nikahnya.”

“Nunggu ada yang ngelamar nih…” Dengan hati yang rasanya teriris-iris sembilu, kamu sendiri berpikir siapa ya kira-kira yang mau ngelamar? hiks…

Kamu: “Nanti ya, kalau nggak hujan!”

Hahaha… Dijamin cowok kamu mati kutu. Tapi, kalau dia cukup dewasa, kamu bisa berharap dia akan memberi jawaban yang cukup melegakan untuk kamu juga orangtuamu. Syukur-syukur kalau dilamar saat itu juga… ngarep dikit sah-sah aja kan.

Abis tanya terus sih, kan kamunya jadi tambah baper. Ya, udah akhirnya pertanyaan mereka kamu bawa bercandaan aja deh. Hehehe…