Baccarat Skills Play_Indonesian gambling is legal_Baccarat glass_Football betting company_Online casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Football taruhan,Situs taruhan olahraga online,Taruhan baccarat

BBest online cBest online casino in Indonesiaasino in IndonesiaelBest oBest onlBest online casino in Indonesiaine casino in Indonesianline casino in Indonesiaakangan nama Keanu Reeves sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. Bukan karena film barunya keluar, melainkan untuk pertama kalinya setelah 20 tahun, Keanu Reeve memperkenalkan kekasihnya di hadapan publik. Selama ini kisah asmara Keanu cenderung dianggap tragis. Setelah kehilangan putrinya di tahun 1999 serta ibu dari anaknya, Jennifer Syme, di tahun 2001, ia terlihat tidak pernah menjalin hubungan serius dengan seseorang.

Kegagalan itu mungkin masih menghantuimu. Sakitnya luka itu masih terasa segar di ingatanmu. Karenanya kamu engan mencoba lagi, karena merasa tak sanggup mengalaminya lagi. Namun, jangan lupa bahwa setiap buku memiliki ending yang berbeda. Kisah yang kamu jalani pun bisa berbeda akhirnya. Kegagalan di masa lalu nggak membuatmu pasti gagal juga di masa depan. Kamu hanya butuh keberanian untuk memberi diri sendiri kesempatan.

setiap cerita punya ending yang berbeda (photo by Danico Tajutco) via unsplash.com

Ada banyak alasan yang melandasi keputusan seseorang menjalin/tidak menjalin hubungan dengan seseorang. Ada yang begitu mudah membuka hati, pacaran sebentar lalu lancar hingga pernikahan. Ada juga yang masih dibayangi kegagalan di masa lalu. Mungkinkah ini juga yang kamu alami? Luka yang dirasakan dulu masih membekas, sehingga untuk memulai hubungan baru selalu ada rasa ragu.

Cinta memang nggak bisa ditebak kapan datangnya. Usia bukanlah penentu segalanya. Dan berapa pun usianya, setiap orang masih berhak untuk menemukan dan merasakan cinta. Sama seperti Kenau Reeves yang akhirnya menemukan cinta lagi di usia 55 tahun, cinta butuh waktu untuk datang. Jadi, tak perlu terburu-buru. Bukanlah, lebih baik menunggu yang tepat dibanding memilih sembarangan seperti sedang dikejar setoran?

Mungkin benar bahwa selama ini kamu terlalu pemilih. Namun, memang tak ada salahnya memilih dengan cermat calon pendamping hidup bukan? Semua orang pasti menginginkan yang terbaik untuk teman hidup selama-lamanya. Mungkin benar juga bahwa semakin bertambah usia, semakin sempit pilihannya. Namun, bukan berarti kamu dilarang mematok kritera lagi.

katanya jangan terlalu pemilih (photo by Fernanda Latronico) via www.pexels.com

“Udahlah nggak usah pilih-pilih. Nggak ada orang sempurna, dan usiamu udah nggak muda. Nggak pantes pilih-pilih lagi.”

Kini, Keanu Reeves membuat penggemarnya terharu. Karena setelah 20 tahun, setelah sang aktor berusia 55 tahun, akhirnya Keanu memperkenalkan Alexandra Grant secara resmi, sahabat lama yang kini menjadi kekasihnya. Sedang bagi saya, kisah cinta Keanu Reeves – Alexandra Grant ini selain sweetnya kebangetan, juga sebuah fakta mengharukan bahwa usia nggak menghalangi seseorang untuk menemukan cinta. Bahwa tak perlu terburu-buru untuk menemukan seseorang karena semua ada waktunya.

Namun, realitas yang terjadi berbeda. Kita hidup di tengah masyarakat yang menjadikan usia sebagai patokan. Tak peduli apa pun alasannya, bila usia 25 tahun belum menikah kamu akan dianggap perawan tua. Atau bahkan lebih jahat lagi, nggak laku. Batas usia muda ini lantas menjadikanmu sebagai spotlight sosial. Yah, setidaknya di kalangan keluarga dan tetangga-tetangga. Mendadak, status asmaramu menjadi tanggung jawab semua orang.

Mungkin kamu familier dengan nasihat semacam itu. Usia seolah menjadi alasan yang memaksa kita untuk menurunkan standar. Di usia awal 20-an, dianggap usia keemasan yang membuatmu diperbolehkan jual mahal dan memasang kriteria setinggi mungkin. Lewat dari 25, kamu harus mulai turunkan standar. Dan lewat 30, sudahlah, seadanya saja yang penting cepat nikah. Tapi, apakah usia yang nggak muda lagi juga berarti kita nggak berhak memilih lagi?

Ironisnya, hal ini tentu sulit diterapkan bila kita tinggal di tengah masyarakat di mana menjadi hal yang krusial untuk hobi mereka melontarkan pertanyaan “kapan nikah?”. Apa kamu juga mengalaminya?

usia jadi kriteria segalanya (photo by Engin Akyurt) via www.pexels.com

Memang nggak ada orang yang sempurna di dunia ini. Mencari pasangan dengan kualitas seperti di film-film romantis atau novel-novel percintaan mungkin akan menghabiskan waktu seumur hidup. Namun, bukan berarti harus sembarangan atau seadanya memilih pasangan, meskipun kamu sudah nggak lagi muda dan lelah dikejar pertanyaan kapan nikahnya. Semua akan tiba saatnya kok.

Usia tak menghalangi seseorang (photo Artem Beliaikin) via www.pexels.com

Usia memang sangat membingungkan. Ada yang bilang, usia hanya sekadar angka. Tapi nggak bisa disangkal, bahwa usia seringkali dijadikan patokan bahwa kita seharusnya begini dan begitu, termasuk soal hubungan. Mengikuti aturan umum, kita diharapkan sudah menikah di usia sekian dan punya anak di usia sekian. Padahal pernikahan nggak hanya membutuhkan usia yang cukup semata.